Jumat, 05 Juni 2015

Sekolah Tunas Indonesia

 Character Building: Interpersonal Development adalah sebuah mata kuliah yang dipelajari oleh seluruh angkatan Binusian 2017 pada semester ke-4. Dari namanya saja, mata kuliah ini sudah jelas bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, dan berhubungan dengan individu lainnya. Kami diajarkan untuk menjadi seorang yang lebih baik, lebih peduli dan peka terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar. Akan tetapi sekumpulan teori yang kami pelajari dari buku dan pengajar tidaklah cukup untuk dapat mengembangkan diri kami seutuhnya. Kami harus belajar dari yang terbaik, dan seorang pengajar terbaik tidak lain adalah pengalaman; semua pengalaman yang kita alami dan kita rasakan sendiri. oleh karena itu, untuk melengkapi pelajaran yang telah kami dapatkan dari mata kuliah ini, kami para mahasiswa didorong untuk belajar secara langsung dengan melakukan aktivitas lapangan.

 Sebuah project telah disampaikan dan kami terima dari pengajar kami, Bpk Sukron Ma'Mun (D3702) Untuk menyelesaikan project ini, kami diminta untuk melakukan sebuah aktivitas, sebuah kegiatan sosial yang dengan berkomunikasi dan membantu orang-orang yang belum pernah kami kenal sebelumnya diselesaikan dalam kurun waktu 5 bulan, disertai laporan hasil kegiatan yang harus dikumpulkan sebelum Final Test dimulai. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan mulai berdiskusi, mencari, dan menentukan dimana tempat yang baik untuk kami melaksanakan kegiatan ini.

 Membutuhkan waktu yang cukup lama kami mencari, hingga akhirnya kami menemukan Sekolah Tunas Indonesia yang berlokasi di Jalan Jombang Raya 18, Bintaro Jaya, Banten, dengan nomor pos 15229. Setelah menyampaikan tujuan kami, Sekolah Tunas Indonesia mendukung kegiatan dan tujuan yang kami sampaikan, sehingga kami mencapai sebuah kesepakatan untuk melakukan kegiatan ini bersama di Sekolah Tunas Indonesia tingkat SMA. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari, dari hari senin tanggal 28 Mei 2015 dan berakhir pada hari kamis, 28 Mei 2015.

Kegiatan tersebut adalah benar dan telah saya lakukan. Sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab saya menyelesaikan project yang telah diberikan, saya telah menyelesaikan laporan dan menuliskan pengalaman saya dalam blog agar saya dapat membagikan ide dan pengalaman saya. Sekali lagi, semua bertujuan untuk mengembangkan diri kami seutuhnya.

Kesan dan Pesan

  Menurut saya, mengajar di Sekolah Tunas Indonesia merupakan sebuah pengalaman unik bagi saya. Sebelum saya menginjakkan kaki di Sekolah Tunas Indonesia, saya memiliki pandangan bahwa setiap sekolah memiliki dan memberikan hal yang sama, yang membedakan yang satu dengan lainnya adalah lokasi dan nama sekolahnya saja. Tetapi Sekolah Tunasi Indonesia memberikan hal yang berbeda kepada siswa-siswinya.

 Dimulai dari cara pandang terhadap siswa-siswinya. Sekolah Tunas Indonesia memiliki pandangan bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa, dan ini tentunya menjadi kewajiban generasi dewasa untuk menuntun mereka agar dapat mengeluarkan dan mengembangkan seluruh potensi yang mereka miliki. Akan tetapi kebanyakan orang berpendapat bahwa sebuah pendidikan yang baik bagi generasi muda harus seperti sekolah pada umumnya : Kaku, hirarkikal, penyamarataan antar individu. Sekolah Tunas Indonesia melihat hal ini dan menyusun solusi lalu mengimplementasikannya. Sebuah sistem pendidikan berbasis kebebasan bertanggung jawab, kekeluargaan, dan pengembangan tiap individual. Sulit untuk diungkapkan kata-kata, karena sebelumnya saya berpikiran seperti diatas. Tetapi setelah melihatnya sendiri, saya kemudian berpikir bahwa ini sangat magical. Mengapa? Karena saya menyaksikan sendiri, siswa-siswi di sana sangat menghargai para pengajarnya, proaktif dalam kegiatan belajar mengajar. Diam saat diperlukan, lincah saat tugas diberikan. Tidak ada keluhan, tidak ada kekacauan. Saya dan anda pernah SMA, meskipun sekolah kita berbeda, saya sangat yakin, kelas di sini berbeda dengan kelas kita dahulu. Saya mengerti sulitnya untuk mengatur sebuah kelas hingga seperti ini.

 Adapun siswa-siswi mendapatkan pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka, dalam kelas Art, Music, dan Physical Exercise. Di sini siswa-siswi dapat memilih kelas mana yang sesuai dengan keinginan mereka, dan mengembangkan bakat mereka di sana. Pembagian seperti ini ditambah dengan keadaan seperti di atas, bisa dibayangkan talenta setiap individualnya berkembang pesat. Mereka diberikan kesempatan dan kebebasan untuk berkreasi, mengembangkan bakat. Mungkin inilah yang dapat membantu siswa-siswinya untuk fokus kepada kemampuan mereka, bukan fokus kepada nilai di atas kertas. Sungguh sangat disayangkan sekolah saya dulu tidak memiliki sistem seperti ini.

  Kelompok saya di sana dibagi menjadi 3 kelompok, yang setiap kelompoknya ikut masuk ke dalam 3 kelas yang berbeda untuk memberikan materi tambahan (off class) dan membantu mereka untuk menyiapkan diri menghadapi Ujian Akhir yang akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2015. Awalnya memang sedikit canggung, tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya kami dapat berbaur dengan mereka. Beberapa Foto kegiatan yang diambil :

Bersama siswa-siswi kelas Art

Materi tambahan pada kelas Art

Salah satu kelompok penyampaian materi pada kelas Art


Tugas akhir kelas Art 1

Tugas akhir kelas Art 2

Ms. Merry menyampaikan Tugas Akhir kelas Music

After class discussion kelas Music


Anggota kelompok menyimak & menunggu untuk memberikan materi
 
Foto bersama guru Sekolah Tunas Indonesia dan sertifikat


Kesimpulan
  Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan mengajar di Sekolah Tunas Indonesia. Selain mendapatkan pengalaman mengajar, wawasan dan pandangan saya telah diperluas, dan saya mengenal bahwa masih banyak yang harus dipelajari untuk mengembangkan diri saya. Dunia tidak sekecil yang saya kira. Saya yakin bahwa Sekolah Tunas Indonesia merupakan sekolah yang dapat membuka potensi siswa-siswinya secara maksimal. Keseluruhan cerita mungkin tidak dapat saya sampaikan dengan sepenuhnya, tetapi jika anda ingin membuktikan kebenaran cerita ini, dapat memberikan komentar atau langsung datang ke Sekolah Tunas Indonesia untuk melihat Magic itu sendiri. Terima Kasih.

Giga Dharmawan Goeij
1701327806


Jumat, 20 Maret 2015

Run for Leprosy - Leprosy Polkadot Run

   Run for Leprosy, adalah salah satu acara yang diselenggarakan oleh komunitas Teach For Indonesia (15 Maret 2015) untuk menunjukkan kepedulian pada kesehatan masyarakat Jakarta dan Indonesia. Leprosy adalah sebuah penyakit menular, menahun yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh (kecuali saraf pusat), disebabkan oleh Mycobacterium leprae atau dapat disebut sebagai Kuman Hansen atau Kuman Kusta.

Kuman Kusta

   Kuman Kusta ialah bakteri yang tahan terhadap asam, dan merupakan bakteri aerobik, gram positif, berbentuk batang dan dikelilingi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium. Hingga saat ini, kuman kusta belum dapat dikembangbiakkan di dalam laboratorium.

  Perkembangan kuman kusta termasuk dalam perkembangan yang sangat lambat, hal inilah yang seringkali menyebabkan seseorang tidak menyadari adanya penyakit di dalam tubuh, hingga suatu ketika sudah dapat terlihat jelas oleh mata. Tetapi terkadang total jumlah kuman ini tidak berbanding lurus dengan dampak yang terjadi. Kondisi sebaliknya juga dapat terjadi. Penyakit kusta disebut sebagai penyakit imunologi karena adanya ketidakseimbangan yang terjadi antara derajat infeksi dan derajat penyakit yang terjadi karena respon imun yang berbeda, yang mendorong terjadinya reaksi granuloma setempat atau menyeluruh,yang dapat sembuh sendiri.Gejala-gejala klinisnya lebih sebanding dengan tingkat reaksi selulernya jika dibandingkan dengan reaksi infeksinya.

  Penularan penyakit kusta sampai sekarang belum diketahui secara pasti, tetapi hingga saat ini peneliti meyakini bahwa penularan penyakit kusta dapat terjadi dengan melakukan kontak jangka panjang dengan penderita. Diperkirakan cara masuk kuman kusta ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan bagian atas dan melakukan kontak dengan kulit yang tidak utuh.

   untuk informasi mengenai kusta lebih lanjur :
1. http://rsk-drsitanala.com/index.php/component/content/article?id=83
2. http://rsk-drsitanala.com/index.php/component/content/article?id=82
3. http://penyakitkusta.com/

Kesan dan Pesan

   Saya senang dapat ikut berpartisipasi dalam acara Run For Leprosy kemarin, karena menurut saya acara yang diselenggarakan tersusun rapih, terlihat profesional dan banyak peserta lain yang ikut hadir meramaikan suasana. Selain itu dengan mengikuti acara ini saya dapat secara tidak langsung menyalurkan bantuan. Artinya kegiatan yang saya lakukan berdampak positif tidak hanya untuk saya sendiri, tetapi meluas ditujukan sampai kepada orang-orang yang membutuhkan.

   Acara ini membagi 2 rute lari berdasarkan jarak : 5 Kilo dan 10 Kilo. Dengan alasan bersifat classified, saya memilih untuk berpartipasi dengan rute 5K. Saya merasa aman selama mengikuti aktifitas ini karena ditemani oleh pihak-pihak berseragam seperti gambar di bawah ini.
 
Foto bersama Bpk. Polisi dan Bpk. TNI AD

   Singkat kata, acara ini menyadarkan saya bahwa ternyata masih banyak orang-orang di luar sana yang mau mengulurkan tangannya untuk orang yang membutuhkan. Jumlah orang-orang ini pasti akan bertambah seandainya semakin banyak orang yang mengetahui adanya kegiatan seperti ini. Mungkin ada beberapa pemuda-pemudi di Indonesia yang senang dengan kegiatan seperti ini? Karena tidak mungkin hanya saya sendiri yang menikmati acara ini. Beberapa pembuktian bahwa saya menikmati acara ini :

Persiapan Sebelum Mulai Berlari

Selesai berlari, bersama maskot produk susu

Foto kami setelah berlari sebelum kering

Foto kami bersemangat mengikuti acara ini

Foto kami berharap juara 3 bersama

























































   Sebuah acara dengan tujuan mulia, sesungguhnya merupakan sebuah langkah menuju dunia yang lebih baik. Hari ini, besok, dan seterusnya, kapankah kita akan melangkah maju lagi? Mari kita lanjutkan langkah-langkah berikutnya. Go, Indonesia!

Komitmen

   Setelah mengikuti acara ini, wawasan saya diperluas mengenai penyakit Kusta. Saya menyadari bahwa penderita penyakit Kusta merupakan seorang korban, seorang yang membutuhkan bantuan. Untuk kedepannya, saya dengan wawasan yang saya miliki, akan mencoba untuk membuka wawasan orang-orang disekitar saya mengenai apa itu penyakit Kusta dan Bagaimana penanganannya yang baik. Saya juga akan mengingatkan kembali orang-orang bahwa penderita kusta ialah kita sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan kita. Komitmen saya adalah menjadikan "rumah" saya sebuah tempat yang nyaman untuk ditempati, dan dengan menciptakan aroma harmonis 

Sosialisasi Penyakit Kusta

   Sosialisasi penyakit Kusta yang baik menurut saya ialah dengan menampilkan sosialisasi di dalam kegiatan-kegiatan, acara yang menyenangkan, dan dilakukan oleh banyak orang. Menurut saya sendiri untuk melakukan sosialisasi yang terbaik ialah harus dilakukan oleh dan ditujukan untuk Pemuda-Pemudi. Karena mereka terkenal sebagai pembagi dan penerima informasi secara cepat, menjadi trend setter untuk golongan usia lainnya, dan merekalah yang kemudian akan mengemudikan negara ini besok.

Thank you,

Giga Dharmawan Goeij
1701327806