Sebuah project telah disampaikan dan kami terima dari pengajar kami, Bpk Sukron Ma'Mun (D3702) Untuk menyelesaikan project ini, kami diminta untuk melakukan sebuah aktivitas, sebuah kegiatan sosial yang dengan berkomunikasi dan membantu orang-orang yang belum pernah kami kenal sebelumnya diselesaikan dalam kurun waktu 5 bulan, disertai laporan hasil kegiatan yang harus dikumpulkan sebelum Final Test dimulai. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan mulai berdiskusi, mencari, dan menentukan dimana tempat yang baik untuk kami melaksanakan kegiatan ini.
Membutuhkan waktu yang cukup lama kami mencari, hingga akhirnya kami menemukan Sekolah Tunas Indonesia yang berlokasi di Jalan Jombang Raya 18, Bintaro Jaya, Banten, dengan nomor pos 15229. Setelah menyampaikan tujuan kami, Sekolah Tunas Indonesia mendukung kegiatan dan tujuan yang kami sampaikan, sehingga kami mencapai sebuah kesepakatan untuk melakukan kegiatan ini bersama di Sekolah Tunas Indonesia tingkat SMA. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari, dari hari senin tanggal 28 Mei 2015 dan berakhir pada hari kamis, 28 Mei 2015.
Kegiatan tersebut adalah benar dan telah saya lakukan. Sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab saya menyelesaikan project yang telah diberikan, saya telah menyelesaikan laporan dan menuliskan pengalaman saya dalam blog agar saya dapat membagikan ide dan pengalaman saya. Sekali lagi, semua bertujuan untuk mengembangkan diri kami seutuhnya.
Kesan dan Pesan
Menurut saya, mengajar di Sekolah Tunas Indonesia merupakan sebuah pengalaman unik bagi saya. Sebelum saya menginjakkan kaki di Sekolah Tunas Indonesia, saya memiliki pandangan bahwa setiap sekolah memiliki dan memberikan hal yang sama, yang membedakan yang satu dengan lainnya adalah lokasi dan nama sekolahnya saja. Tetapi Sekolah Tunasi Indonesia memberikan hal yang berbeda kepada siswa-siswinya.
Dimulai dari cara pandang terhadap siswa-siswinya. Sekolah Tunas Indonesia memiliki pandangan bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa, dan ini tentunya menjadi kewajiban generasi dewasa untuk menuntun mereka agar dapat mengeluarkan dan mengembangkan seluruh potensi yang mereka miliki. Akan tetapi kebanyakan orang berpendapat bahwa sebuah pendidikan yang baik bagi generasi muda harus seperti sekolah pada umumnya : Kaku, hirarkikal, penyamarataan antar individu. Sekolah Tunas Indonesia melihat hal ini dan menyusun solusi lalu mengimplementasikannya. Sebuah sistem pendidikan berbasis kebebasan bertanggung jawab, kekeluargaan, dan pengembangan tiap individual. Sulit untuk diungkapkan kata-kata, karena sebelumnya saya berpikiran seperti diatas. Tetapi setelah melihatnya sendiri, saya kemudian berpikir bahwa ini sangat magical. Mengapa? Karena saya menyaksikan sendiri, siswa-siswi di sana sangat menghargai para pengajarnya, proaktif dalam kegiatan belajar mengajar. Diam saat diperlukan, lincah saat tugas diberikan. Tidak ada keluhan, tidak ada kekacauan. Saya dan anda pernah SMA, meskipun sekolah kita berbeda, saya sangat yakin, kelas di sini berbeda dengan kelas kita dahulu. Saya mengerti sulitnya untuk mengatur sebuah kelas hingga seperti ini.
Adapun siswa-siswi mendapatkan pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka, dalam kelas Art, Music, dan Physical Exercise. Di sini siswa-siswi dapat memilih kelas mana yang sesuai dengan keinginan mereka, dan mengembangkan bakat mereka di sana. Pembagian seperti ini ditambah dengan keadaan seperti di atas, bisa dibayangkan talenta setiap individualnya berkembang pesat. Mereka diberikan kesempatan dan kebebasan untuk berkreasi, mengembangkan bakat. Mungkin inilah yang dapat membantu siswa-siswinya untuk fokus kepada kemampuan mereka, bukan fokus kepada nilai di atas kertas. Sungguh sangat disayangkan sekolah saya dulu tidak memiliki sistem seperti ini.
Kelompok saya di sana dibagi menjadi 3 kelompok, yang setiap kelompoknya ikut masuk ke dalam 3 kelas yang berbeda untuk memberikan materi tambahan (off class) dan membantu mereka untuk menyiapkan diri menghadapi Ujian Akhir yang akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2015. Awalnya memang sedikit canggung, tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya kami dapat berbaur dengan mereka. Beberapa Foto kegiatan yang diambil :
![]() |
| Bersama siswa-siswi kelas Art |
![]() |
| Materi tambahan pada kelas Art |
![]() |
| Salah satu kelompok penyampaian materi pada kelas Art |
![]() |
| Tugas akhir kelas Art 1 |
![]() |
| Tugas akhir kelas Art 2 |
![]() |
| Ms. Merry menyampaikan Tugas Akhir kelas Music |
![]() |
| After class discussion kelas Music |
![]() |
| Anggota kelompok menyimak & menunggu untuk memberikan materi |
![]() |
| Foto bersama guru Sekolah Tunas Indonesia dan sertifikat |
Kesimpulan
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan mengajar di Sekolah Tunas Indonesia. Selain mendapatkan pengalaman mengajar, wawasan dan pandangan saya telah diperluas, dan saya mengenal bahwa masih banyak yang harus dipelajari untuk mengembangkan diri saya. Dunia tidak sekecil yang saya kira. Saya yakin bahwa Sekolah Tunas Indonesia merupakan sekolah yang dapat membuka potensi siswa-siswinya secara maksimal. Keseluruhan cerita mungkin tidak dapat saya sampaikan dengan sepenuhnya, tetapi jika anda ingin membuktikan kebenaran cerita ini, dapat memberikan komentar atau langsung datang ke Sekolah Tunas Indonesia untuk melihat Magic itu sendiri. Terima Kasih.
Giga Dharmawan Goeij
1701327806














